Berbagi ilmu

planologi area bikin kamu hidup lebih baik lage, go...go.....go....planologi Buatlah kota Impianmu agar masa depan keturunanmu bisa merasakan Indahnya duniamu...

Minggu, 14 Juli 2013

Cara mengentri data dari GPS dan Mengaktifkan Hyperlink ke Arc GIS

langkah pertama yang harus dilakukan itu,
  • entri dulu data koordinat yang udah kita dapat pakai GPS itu ke Excel.
  • format tulisannya standard, kalau angka ya formatnya number, kalau huruf formatnya text.
Kemudian


kemudian klik kanan pada layer excel tersebut lalu pilih Display XY data, lalu klik edit --> select untuk mengatur koordinatnya apakah menggunakan geographic atau projected.

Setelah diatur, klik ok. maka layer baru akan muncul dan titik - titik lokasi yang ada pada GPS akan muncul. klik kanan pada layer yang baru tersebut, pilih Data --> Export Data.


Kemudian pilih dimana tempat akan menyimpan file export tersebut.

untuk mengaktifkan hyperlink. 
  • gunakan layer baru yang diexport tersebut untuk diproses, 
  • layer yang lama diremove saja. 
  • langkah pertama untuk mengaktifkan hyperlink yaitu membuat field baru pada attribute table. klik kanan pada layer tersebut --> Open Attribute Table --> Options --> add field.



Beri nama field baru tersebut Hyperlink, type-nya Text dan length-nya 300. setelah field hyperlink jadi, klik kanan pada field hyperlink tersebut --> field calculator lalu tulis format hyperlink foto yg akan dimasukkan :


setelah itu klik Ok. langkah selanjutnya, klik kanan lagi pada layer --> properties --> Display. checklist pada kotak Support Hyperlink using field lalu pilih hyperlink.


Hyperlink pun sudah diaktifkan. untuk melihat apakah hyperlink berhasil atau tidak, gunakan tools yg bentuknya seperti petir lalu kursor akan berubah bentuk menjadi seperti petir tersebut dan dekatkan ujung kursor pada titik - titik tersebut sampai menampilkan alamat hyperlinknya.

Terima Kasih

Skala peta dan penggabungan band

Peta adalah Gambaran mengenai permukaan bumi yang diperkecil, seolah tampak dari atas, ditambah simbol dan keterangan untuk memperjelas informasi keruangan.Manfaat peta antara lain :
  1. Menunjukkan lokasi di permukaan bumi. 
  2.  Menggambarkan karakter wilayah di permukaan bumi menyangkut; bentuk, luas, dan jarak.
  3. Sebagai media pembelajaran 
  4. Sebagai media untuk penghias ruangan 
  5. Sebagai media penunjang untuk keperluan navigasi
  6. Sebagai media untuk perencanaan pembangunan 
  7. Sebagai media untuk menyusun strategi militer/peperangan
Skala Peta
  1. Skala peta yang digunakan untuk nasional adalah 1 : 1.000.000
  2. Skala peta yang digunakan untuk Pulau adalah 1 : 200.000
  3. Skala peta yang digunakan untuk Propinsi adalah 1 : 50.000 / 1 : 100.000
  4. Skala peta yang digunakan untuk Kabupaten adalah 1 : 25.000
  5. Skala peta yang digunakan untuk Kota adalah 1 : 10.000 / 1 : 15.000
  6. Skala peta yang digunakan untuk RDTR adalah 1 : 5.000

Cara penggabungan bands

Langkah pertama adalah add data peta yang akan digabungkan bandnya,band_1,2,3

kemudian
Langkah kedua adalah buka toolbox => Data management tool => Raster => Composite Bands

Langkah ketiga adalah pada saat di composite raster input ketiga band tersebut ke dalam input raster dan di output raster tentukan lokasi sebagai outputnya lalu di belakang nama berikan nama ".tif " lalu save dan klik ok
Kemudian
 
Langkah keempat adalah setelah processing dari composite bands telah selesai dan hasilnya peta yang sebelumnya hanya berwarna hitam abu-abu menjadi berwarna dan juga dapat di atur untuk warnanya di klik kanan pada layer lalu propertis

setelah di ubah susunan warnanya menjadi

Sekian dan terima kasih

Rabu, 28 November 2012

Membuat Titik Koordinat Georeferencing

Bagaimana cara menggunakan georeferencing pada peta Google Earth?

Sekarang saya akan mencoba untuk menjelaskan cara georeferencing pada peta Google Earth.


  • Pertama kita menggunakan program Google Earth untuk menentukan kawasan yang ingin kita georeferncing kan, dan ubah kedalam bentuk program JPG.(saya mengambil lokasi di kawasan sekitar kampus UNIKOM Bandung).


  • Kemudian kita menentukan titik-titik yang ingin kita jadikan patokan dengan menggunakan add placemark. 
Patokan Pertama:


Patokan Kedua:

Patokan Ketiga:

Patokan Keempat:

  • Sekarang tinggal menggunakan program ArcGIS. { Start - All Program - ArcGIS - ArcMap}.
  • Ambil foto yang kita simpan kedalam bentuk JPG dengan menggunakan tool add data



  • Atur sistem koordinat { View - Data Frame Properties - Geographic Coordinate Sistem - world - WGS1984 - OK}.




  • Pengaturan georeferencing nya sudah selesai, sekarang kita lakukan  input koordinat X dan Y.
  • Tentukan titik koordinat titik yang sudah di tandai pada Google Earth tadi dengan menggunakan tool add control point, { kelik  kiri langsung klik kanan  pada mouse - pilik  input x dan y}.


  • Masukkan angka koordinat yang berada di Google Earth tadi kedalam koordinat pada Arc. dengan terbalik. { nilai X di Arc, berada di bawah pada Google Earth, begitu sebaliknya pada nilai Y}

  • Setelah di tekan OK, lakukan hal yang sama pada setiap titik yang sudah kita jadikan patokan.
  • Setelah itu kita lakukan Update Georeferencing { Georeferensing - update georeferencing }. lihat di toos georeferensing.



Ok...  
Sampai di sini dulu untuk saat ini, semoga berguna......



































Sabtu, 24 November 2012

Sistem Koordinat


Metoda penentuan posisi adalah cara untuk mendapatkan informasi koordinat suatu objek (contoh 
koordinat titik batas, koordinat batas persil tanah dan lain-lain) di lapangan. Metoda penentuan posisi 
dapat dibedakan dalam dua bagian, yaitu metoda penentuan posisi terestris dan metoda penentuan 
posisi extra-terestris (satelit). 
Pada metoda terestris penentuan posisi titik dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap 
target atau objek yang terletak di permukaan bumi. Beberapa contoh metoda yang umum digunakan 
adalah : 
1. Metode poligon. 
2. Metode pengikatan ke muka. 
3. Metode pengikatan ke belakang. 
4. Dan lain-lain. 
Pada metode ekstra terestris penentuan posisi dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap benda 
atau objek di angkasa seperti bintang, bulan, quasar dan satelit buatan manusia, beberapa contoh 
penentuan posisi extra terestris adalah sebagai berikut : 
1. Astronomi geodesi. 
2. Transit Dopler. 
3. Global Positioning System (GPS). 
4. Dan lain-lain. 

Sistem Koordinat  
Posisi suatu titik biasanya dinyatakan dengan koordinat (dua-dimensi atau tiga-dimensi) yang 
mengacu pada suatu sistem koordinat tertentu. Sistem koordinat itu sendiri dapat didefinisikan dengan 
menspesfikasi tiga parameter berikut, yaitu : 

Lokasi Titik Nol dari Sistem Koordinat 
Posisi suatu titik di permukaan bumi umumnya  ditetapkan dalam/terhadap suatu sistem koordinat 
terestris. Titik nol dari sistem koordinat terestris ini dapat berlokasi di titik pusat massa bumi (sistem 
koordinat geosentrik), maupun di salah satu titik di permukaan bumi (sistem koordinat toposentrik). 

Orientasi dari Sumbu-sumbu Koordinat 
Posisi tiga-dimensi (3D) suatu titik di permukaan bumi umumnya dinyatakan dalam suatu sistem 
koordinat geosentrik. Tergantung dari parameter-parameter pendefinisi koordinat yang digunakan, 
dikenal dua sistem koordinat yang umum digunakan, yaitu sistem koordinat Kartesian (X,Y,Z) dan 
sistem koordinat Geodetik (L,B,h), yang keduanya diilustrasikan pada gambar berikut : 
Koordinat Kartesian :
(XA,YA,ZA)

Elipsoid referensi
Koordinat 3D suatu titik juga bisa dinyatakan dalam suatu sistem koordinat toposentrik, yaitu 
umumnya dalam bentuk sistem koordinat Kartesian (N,E,U).

- Koordinat Kartesian
(NA, EA, UA) Zenith (U)
Titik di permukaan bumi :

- Sistem Koordinat Toposentrik
Utara (N)
Timur (E)


Parameter - parameter (kartesian, curvilinear) yang digunakan untuk mendefiniskan posisi suatu titik 
dalam sistem koordinat tersebut. Posisi titik juga dapat dinyatakan dalam 2D, baik dalam (L,B), 
ataupun dalam suatu sistem proyeksi tertentu (x,y) seperti Polyeder, Traverse Mercator (TM) dan 
Universal Traverse Mercator (UTM). 


APA ITU GEOREFERENSI ?
Georeferensi merupakan prosedur awal yang harus dilakukan pada data-data mentah, sebelum diproses lebih lanjut dengan GIS.
Setiap data GIS harus dalam status tergeoreferensi, yakni sudah berada pada posisi yang tepat di permukaan bumi, sesuai dengan sistem koordinat yang digunakan.
Data mentah ketika masuk ke GIS akan diposisikan secara random sehingga perlu dikoreksi posisinya dengan prosedur georeferensi.
Salah satu contoh data yang perlu digeoreferensi adalah peta dasar untuk digitasi yang biasanya masih dalam format raster (jpg, tiff, png, dsb).
 
Titik kontrol digunakan sebagai acuan dalam melakukan georeferensi peta.
Berikut beberapa kriteria terkait titik kontrol georeferensi :
  • Pilih titik yang terdefinisi jelas koordinat x dan y – nya.
  • Paling tidak gunakan 2-3 titik. Idealnya gunakan 4 titik.
  • Pastikan titik-titik yang terpilih tersebar merata pada peta, jangan menumpuk pada satu sudut/bagian peta.
PRAKTIK GEOREFERENSI
Buka ArcMap, kemudian aktifkan toolbar georeferensi melalui menu View – Toolbar – Georeferensi.
Masukkan peta yang akan digeoreferensi ke dalam ArcMap. Dalam tutorial ini, akan digunakan peta Jawa Barat dalam format jpg.
Pertama-tama, perhatikan sistem koordinat yang digunakan peta jabar. Peta ini menggunakan Sistem Koordinat Geografis.
Ubah  sistem koordinat area kerja (dataframe) , mengikuti peta jabar. Caranya : buka menu View – Dataframe Properties – Tab Coordinate System – pilih Predefined  – Geographic Coordinate System – World – WGS 1984 – OK.
Perbesar peta ke arah titik kontrol pertama. Fokus pada titik perpotongan garis bujur dan garis lintang. Anda bisa menggunakan tool Window – Magnifier, untuk membantu perbesaran peta.
Klik tool Add Control Points 1  pada Toolbar Georeferensi.  Arahkan tepat pada perpotongan  garis bujur dan lintang, klik sekali2, kemudian klik kanan3(bebas di mana saja), pilih Input X and Y4.
Masukkan nilai koordinat X dan Y. Jangan lupa gunakan notasi minus untuk koordinat di Bujur Barat  (West) atau Lintang Selatan (South). Klik OK.
Sebagai alternatif, Anda dapat pula menggunakan notasi Degree Minute Second pada data yang menggunakan sistem koordinat geografis. Pada saat klik kanan3 di langkah sebelumnya, pilih Input DMS of Lon and Lat.
Setelah selesai titik pertama, perbesar peta ke arah titik kedua. Prosedur untuk memasukkan titik sama seperti sebelumnya. Lanjutkan hingga selesai 4 titik.
Berikut kira-kira lokasi 4 titik kontrol yang disarankan.
Jika sudah dapat empat titik, anda dapat mengecek nilai error melalui  tool View Link Table.
Link Table juga bisa digunakan untuk memperbaiki nilai x/y yang salah input, dan untuk menghapus titik-titik kontrol yang salah penempatannya.
Rule of Thumb nilai error yang dapat diterima (Sloan, 2007), adalah di bawah 1,291 meter.  Untuk Sistem Koordinat Geografis diperkirakan sekitar di bawah 0,050
Untuk menyimpan hasil georeferensi,  pada toolbar georeferensi klik Georeferencing – Update Georeferencing.


Metode Penentuan Posisi Global (GPS) 
GPS adalah sistem navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit yang dikembangkan dan 
dikelola oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. GPS dapat memberikan informasi tentang 
posisi, kecepatan dan waktu di mana saja di muka bumi setiap saat, dengan ketelitian penentuan 
posisi dalam fraksi milimeter sampai dengan meter. Kemampuan jangkauannya mencakup seluruh 
dunia dan dapat digunakan banyak orang setiap saat pada waktu yang sama (Abidin,H.Z, 1995). 
Prinsip dasar penentuan posisi dengan GPS adalah perpotongan ke belakang dengan pengukuran 
jarak secara simultan ke beberapa satelit GPS.

sumber: http://gislearning.wordpress.com/2012/05/02/georeferensi/

Kamis, 15 November 2012

ArcView dan ArcMap

ArcView

ArcView adalah salah satu software pengolah Sistem Informasi Geografik (SIG/GIS). Sistem Informasi Geografik sendiri merupakan suatu sistem yang dirancang untuk menyimpan, memanipulasi, menganalisis, dan menyajikan informasi geografi. Mungkin anda sudah kenal kenal dengan yang namanya peta. Perlu diketahui bahwa peta juga bisa disebut SIG atau istilahnya SIG Konvensional. Terdapat beberapa perbedaan antara peta di atas kertas (peta analog) dan SIG yang berbasis komputer. Perbedaannya adalah bahwa peta menampilkan data secara grafis tanpa melibatkan basis data. Sedangkan SIG adalah suatu sistem yang melibatkan peta dan basis data. Dengan kata lain peta adalah bagian dari SIG. Sedangkan pada ArcView anda dapat melakukan beberapa hal yang peta biasa tidak dapat melakukannya. Perbedaan pokok antara Peta Analog dengan ArcView adalah bahwa Peta itu statik sedangkan ArcView. Arc View biasa digunakan antara lain untuk :
1. Digitasi data citra dari layer monitor (on screen digitizing)
2. Reaktifikasi citra dengan bantuan ekstensi image analysis
3. Editing tema dengan drag and drop atau cut and paste
4. Editing tema dengan query item pada tabel
5. Konvesri data dari MS-EXCEL atau MS-ACCESS menjadi tema baru pada data spasial yang telah ada
6. Pembuatan kontur dengan bantuan ekstensi image analysis dan spasial analis
7. Pembuatan peta 3D dan perhitungan volume dengan bantuan 3D analysis
8. Pengubahan system proyeksi dengan projection utility
9. Kemudahan konversi data ke perangkat lunak lain, seperti : AUTOCAD, MAPINFO dsb


ArcMap

 ArcMap merupakan aplikasi utama dalam ArcGIS, yang dapat digunakan untuk mapping dan editing, serta untuk query dan analisa yang berdasarkan pada peta.ArcMap adalah bagian dari aplikasi ArcGIS untuk menampilkan data spasial dan melakukan operasi operasi reporting query, edit, komposisi dan mempublikasikan peta. Sebagian besar pengerjaan produk yang anda hasilkan hanya visual, anda akan banyak mengunakan ArcMap dibandingkan dengan beberapa aplikasi ArcGIS yang lain.


Rabu, 26 September 2012

GIS pedoman

 

ArcGIS
Arcgisclusters.jpg
ArcMap, bagian dari ArcGIS
PengembangEsri
Rilis stabil10.0 / Juni, 2010
Sistem operasiWindows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista
JenisSIG
Lisensitak bebas
ArcGIS adalah paket perangkat lunak yang terdiri dari produk perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG) yang diproduksi oleh Esri.
ArcGIS meliputi perangkat lunak berbasis Windows sebagai berikut:
  • ArcReader, yang memungkinkan pengguna menampilkan peta yang dibuat menggunakan produk ArcGIS lainnya;
  • ArcGIS Desktop, memiliki tiga tingkat lisensi:
    • ArcView, yang memungkinkan pengguna menampilkan data spasial, membuat peta berlapis, serta melakukan analisis spasial dasar;
    • ArcEditor, memiliki kemampuan sebagaimana ArcView dengan tambahan peralatan untuk memanipulasi berkas shapefile dab geodatabase;
    • ArcInfo, memiliki kemampuan sebagaimana ArcEditor dengan tambahan fungsi manipulasi data, penyuntingan, dan analisis.
Terdapat pula produk ArcGIS berbasis server, serta produk ArcGIS untuk PDA. Ekstensi dapat dibeli secara terpisah untuk meningkatkan fungsionalitas ArcGIS.


About ArcGIS

ArcGIS adalah sistem yang lengkap untuk pembuatan, pelayanan dan penggunaan informasi geografis. Software GIS ini merupakan koleksi yang terpadu untuk membangun atau yang sedang membuat sistem informasi geografis yang lengkap sesuai kebutuhan, dalam desktop, server, web bahkan di lapangan.
Apapun kebutuhan analisis keruangan, mengatur data spasial yang sangat banyak atau menghasilkan peta peta yang secara kartografi terpenuhi sebagai pembuat keputusan, ArcGIS bisa digunakan sebagai salah satu dasar untuk semua kebutuhan Sistem Informasi yang bersifat Geografis. Sebagai sistem informasi geografis yang lengkap, dengan ArcGIS sangatlah mudah untuk membuat data, peta dan model dalam desktop dan menggunakannya melalui web, desktop atau perangkat mobile.
Analisis Spasial
ArcGIS menyediakan perangkat yang lengkap untuk model informasi geografis. Sebagai alat yg mendukung pengambilan keputusan secara pintar dan cepat, ArcGIS bisa digunakan untuk :
  • menemukan dan penentuan karakteristik pola geografi
  • membuat model dan menganalisa semua data geografi
  • mengoptimalkan jaringan dan alokasi sumber
  • membuat alur kerja otomatis model lingkungan secara visual